Outbound Di Malang Berwisata Di Gunung Bromo

Outbound Di Malang Berwisata Di Gunung Bromo

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Mungkin menjadi kalimat pepatah yang cocok untuk menggambarkan bagaimana perjuangan untuk menyaksikan keindahan Gunung Bromo dari Puncak Seruni Point. Jika anda berasal dari luar Kota Malang, mungkin outbound di Malang berwisata di Gunung Bromo bisa menjadi pilihan yang tepat.

Untuk dapat sampai di ketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut tersebut, kita harus menaiki 256 anak tangga terlebih dahulu. Bukan itu saja, wisatawan juga harus berjalan mendaki dengan kemiringan hampir 45 derajat.

Meskipun cukup menantang dan terbayang dengan rasa lelahnya, namun jangan kawatir karena ada pemandangan mempesona yang akan segera anda saksikan. Indahnya panorama Gunung Bromo yang nampak gagah dengan hamparan padang pasir yang berwarna hitam membuat siapapun tak akan pernah bosan untuk mengaguminya.

Gunung vulkanik aktif ini bahkan disebut-sebut sebagai salah satu spot terbaik untuk menyaksikan matahari terbit. Membayangkan langit yang perlahan berubah warna dengan semburat jingga dan berpadu dnegan udara dinginnya Bromo, tentu sangat pas untuk dijadikan tujuan wisata dunia. Belum lagi sederet keunikan lain yang dimiliki Bromo, tentu membuat wisatawan dari manapun akan terpikat.

Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional yang mencapuk Gunung Bromo Tengger dan Semeru. Taman nasional ini bukan saja melindungi aneka satwa maupun flora di Gunung Bromo dan Semeru. Namun juga suku Tengger yang hidup di lereng Gunung Bromo, yang juga menjadi daya pikat lain dari destinasi unggulan di Jawa Timur ini.

Jika anda ingin mendaki gunung dan menguji sebera besar adrenalin anda, mungkin Semeru bisa menjadi jawabannya. Gunung Semeru adalah salah satu gunung paling terkenal di kalangan para pendaki. Keunikan dari gunung ini adalah adanya sebuah danau yang berada di ketinggian. Warna airnya yang nampak berwarna hijau toska dan dikelilingi oleh savana, membuatnya banyak diincar oleh para wisatawan.

Belum lagi ketika matahari terbit, matahari akan muncul di antara dua bukit yang ada di kawasan ini. Karena itulah, danau yang bernama Ranu Kumbolo ini menjadi tempat yang cocok untuk bermalam. Yang harus diperhatikan dan diwaspadai adalah, Gunung Semeru kerap kali memiliki cuaca ekstrem. Contohnya saja pada beberapa waktu lalu, para pendaki harus menghadapi suhu minus dan melihat fenomena es yang membeku di antara rerumputan dan tenda.

Mungkin beberapa orang akan menganggapnya sangat cantik, bak negeri Eropa kala musim dingin. Namun sebenarnya, ini bukanlah hal yang jarang terjadi, embun yang membeku tersebut malah menjadi bencana bagi petani di sekitar Semeru. bahkan, mungkin menjadi pertanda bahwa bumi memang sedang butuh pertolongan. Dimana cuaca ekstrim kini benar-benar terjadi, dan membawa pertanda bahwa bumi smeakin tua dan butuh pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *